Hatiku hancur saat kamu ucapkan kata yang tak pernah aku sukai, "PUTUS". Ya, putus...
Aku tak tau apa yang harus aku lakukan sekarang. Kamu tak pernah percaya sama aku, tak pernah sekalipun berpikir positif tentang aku, kau selalu menyalahkan aku, selalu menuduhku bohong saat aku berkata yang sejujurnya, yang sesungguhnya. Tetap saja kamu berpikir aku bohong. Kamu selalu bertindak semaumu sendiri, melarang aku ini itu dan bla ba bla...
Ya, aku berusaha nurut dan melakukan apa yang kamu minta. Pelan-pelan aku jalani, tapi aku begitu salah, kamu pasti mengatakan bahwa aku tak pernah menuruti kata-katamu, dan berujung pertengkaran, dan akhirnya kamu mengatakan kata "PUTUS".
Hubungan kita sudah 7 bulan lamanya, tapi sudah berkali-kali kita putus-nyambung...
Aku bosan dengan itu semua, dengan kenyataan yang ada. Setiap kamu bilang putus, aku berusaha untuk mencegahnya. Karena aku masih sayang dan masih cinta sama kamu.
Hubungan kita tak direstui oleh orang tua dan saudara-saudaraku, karena mereka tak suka dengan sifatmu yang kurang sopan dan kurang menghargai mereka. Aku berusaha untuk meyakinkan mereka agar hubungan kita direstui.
Setiap malam aku selalu berdo'a, dalam sholatku, sebelum tidur pasti aku menangis memikirkan bagaimana caranya agar keluargaku merestui hubungan kita dan agar kamu berubah sifatnya.
Akhir-akhir ini, sifatmu berubah sama aku. Yang dulu pernah memanjakan aku, perhatian sama aku, sekarang berubah cuek sama aku, dan tak ada perhatian sedikitpun sama aku. Selalu mencari kesalahan dariku, aku selalu salah dimatamu, mas.
Apa yang harus aku lakukan?
Pagi ini, kau marah sama aku, gara-gara semalam aku berkata salah sama kamu. Aku bilang begitu karena aku tak ingin kamu menunggu aku yang masih mengerjakan tugas, tak ingin kamu sakit, mas. Gak ada maksud lain. Pagi ini juga, kamu minta "PUTUS" dari aku. Aku sebenarnya ingin tahu, ingin tahu penyebab dari perubahan sifatmu kepadaku. Ada rasa curiga dalam diriku, curiga ada sosok wanita lain yang telah membuat luluh hatimu dan membuat kamu berpaling dariku. Tapi aku gak mau berkata begitu sama kamu, tak ingin menuduh kamu tanpa bukti. Biar waktu yang mengungkap itu semua.
Jarak antara kita semakin renggang... Aku disini dan kau disana...
Semakin lama kita saling menjauh, semakin beda sifatmu kepadaku...
Satu yang harus dan yang perlu kamu tahu, mas, bahwa aku sayang dan cinta sama kamu. Meskipun kamu telah menyakitiku beberapa kali, tapi aku yakin kamu bisa berubah. Dan soal perasaan itu tak bisa dibohongi, tak bisa dipungkiri, mas.
BIARLAH
Biar Allah yang berkehendak, takdir kita tak pernah tahu, tak bisa menentukan sendiri, hanya Allah yang bisa. Aku yakin, Allah merencanakan sesuatu yang indah pada kita.
Kali ini, biar aku yang tersakiti, aku gak ingin kamu tahu tentang isi hatiku sekarang ini. Aku gak ingin kamu yang tersakiti.
Aku selalu berdo'a sama Allah agar kamu selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan di masa depan.
Bila kita jodoh, pasti akan diketemukan di suatu waktu, dan bila tak berjodoh.. Aku yakin Allah merencanakan tentang jodoh kita masing-masing.
Ini sebagai pelajaran dan kenangan terindah dalam hidupku, mas. Pernah memiliki dan bisa bersama sama kamu.
Akankah suatu saat nanti kita bersatu lagi, mas?
Sejujurnya, dalam hatiku, aku gak rela seorang wanita lain memilikimu.
EGOIS
Tak apa, yang penting aku sudah jujur kan... Aku akan selalu mengenang saat- saat kita masih bersama dulu, akan selalu sayang sama kamu. Salam buat keluargamu yang telah baik sama aku selama ini, salam hormat buat mereka.
SAH <3 RH
PERNAH BERSATU PADA AKHIR BULAN MARET 2014
29 MARET 2014 - NOW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar