>>
Ane sms dia, ane minta maaf dan ane sangat menghargai pernyataannya bahwa dia suka sama ane. Tapi, dia langsung sewot, langsung marah-marah sama ane. "Gak usah sms neh, gak usah hubungi aku neh, aku gak apa-apamu kan? Aku gak pantes buat kamu, aku sering minum-minum, suka main cewek, gak bisa ngaji, gak bisa sholat, dan kamu betul dah nolak aku, nd' gak usah hubungi aku lagi !!." Dari kata-katanya itu, ane langsung merasakan hal yang aneh padanya, atas kejujurannya itu, ane kok jadi suka sama dia? Ane bingung, yah... Ya, seiring berjalannya waktu, kami sms'an biasa dan jadi tambah dekat.
Keesokan harinya, disekolah, ane minta pendapat sama sahabat ane. Dan ternyata, dia tuh kakak kelas waktu SMP sahabat ane itu, huh!! Dunia tuh sempit ya.. Biarlah, udah jadi takdir kok. Ane minta pendapat bahwa baiknya ane terima gak pernyataannya, yang suka sama ane itu. Kata salah satu sahabat ane yang adik kelas SMP dia, katanya "Jangan!!". Karena, ane masih bisa mendapatkan cowok yang lebih baik darinya. Gak salah kan kalau dicoba? Dia sms ane, Sabtu malam mau ngajak keluar. Dan Sabtu siang sepulang sekolah, ane mampir dulu di sebuah toko. Ane membeli buku ngaji dan tuntunan sholat buat dia. Sampai di rumah, ane bungkus dengan kertas kado dan ane kasih pita, indah sekali. Mudah-mudahan dia suka. Jam menunjukkan pukul setengah 7 malam, dan ane segera bersiap-siap. Tak lama kemudian, dia datang untuk menjemput ane. Ane berpamitan dengan bapak dan di kasih peringatan bahwa jangan malam-malam kalau pulang. Dan kami menuju tempat yang akan kami kunjungi, yaitu Cafe Cherry.
Disana, dia menembak ane lagi dengan penuh harapan bahwa ane akan menerimanya. Dan dengan suka hati, ane menerimanya. Dia bahagia sekali, dan ane langsung kasih kado buat dia, tapi ane suruh buka pas nanti sampai rumah.
Hmm... Enak ya punya pacar, hari-hari gak sepi, kalau lagi sedih, bisa dihibur sama dia, dan pokoknya lengkap deh. Awal pacaran, ane bahagia sih.. Dan ane cerita sama sahabat ane, bahwa ane udah jadian dengan dia. Eh, malah mereka minta PJ alias 'Pajak Jadian'. Hahahaaa-- Ane traktir makan mie ayam aja di kantin sekolah.
Ane dan dia merasa bahagia sekali, tapi suatu hari....
UNAS sudah berlalu, dan ane mempersiapkan diri untuk daftar menjadi Brigadir Polri atau POLWAN. Ya, polwan... Cita-cita ane selama ini. Pacar ane tuh sangat setia sama ane, ane daftar di Polres, dia yang nganterin, sampek bolak-balik 3 kali. Panas, hujan, tetap dia jalani. Tapi, yang tak ane habis pikir, dia tuh kayak anak kecil. Ane dapat sms dari RHS, sahabat ane. Kebetulan hp ane dibawa dia, eh dia kira yang sms cowok, dia langsung marahin sahabat ane itu. Katanya jangan sms ane lagi, jangan ganggu ane, cz ane uda punya pacar. Sahabt ane itu ya shock lah... Dikira bahwa ane yang balas, trus ane dibilang "Sadar, Me.. Ki aku, Rafinda". Tetep, dia gak perduli dan gak percaya. Dan yang membuat kami marahan.
Sepulang dari Polres, ane sedikit mengeluarkan air mata di sepanjang jalan. Kami tak saling bicara, dia membawa motornya kencang sekali. Sampai di perempatan yang seharusnya belok kiri, dia langsung terus aja. Ane semakin nangis, dan bertanya dalam hati 'mau dibawa kemana aku?' Oh.. Dan ternyata dia membawaku ke tempat yang tinggi di Mentul, Cepu. Sampi disana, hati ane berdebar-debar, dan air mata ane deras keluarnya. Dia mulai bicara "Kamu lebih mentingin teman atau pacar?" Ane jawab "Teman, mas". Spontan dia langsung merebut hp yang ada di tangan ane, dia buka hp ane, dan mengeluarkan kartu sim ane. Dia bilang "Tak tanya sekali lagi, kamu lebih mentingin aku apa temanmu? Kalau aku kartu sim ini akan aku patahkan dan aku buang, kalau teman, kamu pulang sendiri dan jangan naik motorku ini." Ane ya lebih pilih teman daripada kartu sim ane patah, langsung ane turun dari motor dan menangis tersedu. Ane jalan pulang, tapi dia gak tega kayaknya melihat ane berjalan sendiri untuk pulang, akhirnya dia ngantarin ane pulang sampai ke rumah. Ane sampai ke rumah tepat pukul 9 malam.
Hari-hari yang ane jalani selama pacaran kayaknya berantem terus sama dia, gak ada bahagianya. Ane sudah pernah ditampar pipi ane sama dia beberapa kali. Dia tuh over protective banget sama ane, pokoknya ane gak boleh kenalan sama cowok lain, trus semua kontak cowok yang ada di hp harus dihapus, ya ane semakin tertekan dan sempit ruang gerak ane. Waktu sore, pas basket di sekolah, dia ngecek hp ane, ngecek kontak hp ane. Ya, dia tanya terus setiap ad nama yang misterius. Ane sudah bilang itu pakdhe ane, saudara ane, ya tetep dia gak percaya. Ya ane biarin saja, sampai-sampai dia ane tinggalin. Trus dia mengejar ane, menanyakan kenapa dia ane tinggalin. Ya ane bosen saja kalau dia protective trus sama ane, gak percaya sama ane. Ane berusaha menghindar dari dia, malah ane di tampar keras banget. Dari situ, ane mulai meneteskan air mata, tpi ane berusaha kuat dan tegar. Ya, sore itu ane mendapat tamparan 4 kali dari dia.
Ane semakin benci dengan dia. Tapi anehnya, setiap dia minta putus dari ane, pasti dia juga yang minta balikan lagi. HUH!! Ane gak tau harus berbuat apa, kok rasanya ingin memaafkan dia dan ingin terus sama dia, padahal ane sudah disakitinya. Ya, mungkin jodoh, dia bilang juga mungkin kami jodoh..
Kami sudah menjalani hubungan ini kurang lebih 7 bulan. Tapi, dalam 7 bulan ini, ane terus yang menderita dan dibuat kecewa olehnya. Ane juga pernah mengecewakan dia, dengan ane kenalan cowok lain di sebuah kolam renang. Dia mengetahui ane kenalan dengan cowok lain, dia langsung menampar ane, menjambak rambut ane, mengeluarkan kata-kata kotor pada ane, dan pokoknya ane menderita sekali waktu itu. Dia mengambil kartu sim di hp ane dan mematahkannya. Ane sudah ganti kartu sim 2 kali, ya gara-gara dia yang minta. Ane menangis sampai mata ane sebam, sampai tersedak dan wajah ane merah.
Dia menanyakan pada ane, "kita putus apa lanjut?" Ane bilang 'PUTUS'. Tapi dia tetap tak menghiraukannya, mungkin dia tau ane masih ada perasaan sama dia, dia kayaknya juga masih sayang sma ane. Sehingga dia menanyakan lagi, putus apa lanjut? Dengan suara gak jelas karena nangis dan karena masih sayang, ane jawab 'lanjut'.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar